Postingan

HR. Al-Bukhari

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anh uma , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا ، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا ، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا ، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “ Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari para hamba. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga bila sudah tidak tersisa seorang alim pun, maka manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai tempat rujukan. Ketika mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan orang-orang pun ikut tersesat . ” (HR. Al-Bukhari no. 100, Shahih) ======================================== Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا ...